Tuesday, April 22, 2008

My Definition

These are my definition about things:

Friendship is for as long as you can take it.
You can take it forever, it may last forever. You just can take it a while, it may just last until that time. It depends on people in that friendship.

Marriage is for as long as forever.
Like it or not, able to take it or not, it must last until forever. No matter how, two people that bond by it must be able to last it until forever.
Because, it's not just between you and your partner, it's more that it.
Once being bond, you'll never have a power to untie it.
You just do need to survive until the illimitable limit (unless the illimitable limit have been found).

Kindness is something that everybody has.
I believe that people didn't born with evil in their heart.
And how bad a person is, he/she must still has a good side inside.
Because there's nothing like 'good' and 'bad', those things are relative.

Life is an option.
We are in it. We are the one who decide something that we do in it. We make and follow our own rules.
It's about ourselves. It's about how we survive in it. It's about how we choose to live the life.

2 - 22/04/08
15.15

Monday, April 21, 2008

SELAMAT HARI KARTINI
Senin, 21 April 2008

Semoga, di hari Kartini ini, kita makin diingatkan tentang pentingnya emansipasi wanita dan emansipasi tersebut dapat makin terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari kita sehingga wanita makin dihargai dan tidak lagi hanya menjadi sebuah 'sampingan'.
Selain itu, semoga emansipasi yang ada ini tidaklah disalah gunakan oleh kaum wanita dengan melakukan hal-hal yang memang seharusnya tidaklah dilakukan.

Saturday, April 5, 2008

Aborsi

[Dalam hal ini, yang dimaksud adalah aborsi kehamilan]

Kemarin itu (03/04/08 dan 04/04/08), di sekolah pas pelajaran agama, ngebahas tentang masalah aborsi. Lalu, muncullah pikiran-pikiran tentang aborsi itu. Pikiran tentang gimana kalau kita hamil di umur kita yang saat ini (masih SMA), aborsi atau tetap menerima kehamilan itu.

Pertama, kita berperan sebagai kaum cewek yang hamil di luar nikah. Kira-kira, percakapannya kayak gini:
Lu bakal aborsi ga?

Kayaknya engga deh.

Lu masih muda loh, lu beneran mau jaga tuh anak?

Iya sih, kalo engga kan kasian, tega amat sih lu. Apalagi, aborsi kan bisa ngerusak rahim.. kalo gue ga bisa punya anak lagi gimana coba... Gue sih mendingan nikah aja.

Kalo cowoknya ga mau trus kabur?


Hmm.. gimana ya.. Maksa dia ampe mau nikah ama gue...

Ok lah, anggep aja tuh cowok mau nikahin lu. Kalo si cowok miskin gimana, mau lu ama cowok miskin? Dia ga bakal bisa ngebiayain anak lu loh, malahan bisa nambah susah aja..

Miskin? Kayaknya engga deh.

Trus lu jadinya gimana?

Tetep hamil, trus entar kasih ke orang.

Hamil? Itu sembilan bulan loh.., sembilan bulan itu lama, en inget, lu masih muda..

Iya juga ya.. ya udah lah, gue aborsi aja..

Kedua, kita berperan jadi cowok yang hamilin cewek di luar nikah. Kira-kira, percakapannya kayak gini:
Lu kalo jadi cowok trus nghamilin anak orang gimana? Lu nikahin ga?

Gue masih muda nih ceritanya?

Iye..

Ngga lah.. Gue kan masih muda, masa udah mau nikah sih. Gue sih kabur aja mendingan.

Ketiga, kita berperan sebagai cewek yang hamil gara-gara diperkosa. Kira-kira, percakapannya kayak gini:
Lu kalo diperkosa trus hamil gimana? Aborsi ga lu?

Gue sih bakal langsung bunuh diri kalo diperkosa sama orang.

Jadi intinya lu aborsi?

Ya iyalah.. gue diperkosa aja ga mau, apalagi punya anak dari si pemerkosa.. Najis banget deh.
(sebenernya sih percakapannya sangat panjang sekali dan agak ribet, ditambah dengan berbagai kejadian lainnya yang nambah keruwetan masalah...)

Emang sih, kita diajarkan buat menghargai makhluk hidup, apalagi itu darah daging kita sendiri. Dan aborsi merupakan salah satu bentuk pembunuhan terhadap sesama manusia dan bisa dianggap sebagai dosa.

Tapi, kalau hal itu terjadi pada diri kita yang masih muda, masih ingin menikmati hidup lebih lama, masih ingin memiliki masa depan yang cerah, akankah kita rela berkorban untuk si anak yang masih ada dalam kandungan atau lebih mementingkan diri kita sendiri?