Monday, September 15, 2008
Sang Penguasa
Tak pernah berhenti
Bergulir terus menerus
Tak tahu lelah
Tak tahu kiamat
Tak hidup namun nyata
Awalnya terasa pelan
Bahkan tak terasa
Awalnya tak dipedulikan
Hingga akhirnya menegaskan diri
Genggamannya mengikat segalanya
Mengurung manusia dalam batas
Mengajar mereka tentang awal
Menghempaskan mereka dalam akhir
Sang pengatur menuntut
Bergerak menurut kehendak hati
Mempermainkan penciptanya
Sesukanya berkelebat
Seenaknya melambat
Dirinya bermain kotor
Mengawali permainan
Tak pernah memberitahu akhirnya
Dan, yah, tak ada protes
Semua orang menurut
Dialah sang penguasa
[1 - 08/09/08]
[11.27]
(puisi ini dibuat pas pelajaran Bahasa Indonesia;
dibuat sendiri tanpa ada usaha-usaha untuk melakukan plagiarisme;
merupakan hasil karya sendiri sehingga tolong jangan dibajak;
diolok boleh aja, tapi kalo bisa muji ya..)
akhir-akhir ini...
Kayak sblmnya, skolah emang sibuk bgt..
Tp, tentu aja, ada LIBUR!!!
Rasanya menyenangkan..
Hari Rabu ntar, libur ampe minggu depan..
(yah.. senen minggu dpn tetep musti masuk sih..)
Trus libur Idul Fitri seminggu..
(yah.. tgl 7 musti masuk lagi sih..)
Tp, overall, rasanya menyenangkan libur..
Apalagi klo kepikiran beratnya tugas2 yg bertumpuk akhir2 ini..
heuheuheuheuheuheue..
Ngm2, td pelajaran B.Indonesia, disuruh baca puisi..
(puisi buatan ndiri, yg ga buat ndiri brarti dibuatin n ngaku punya buatannya n semacemnya)
Gw blm kebagian baca sih, lagian klo gw baca, monoton aja tuh, ga pandai membaca =P
Trus denger punya denger, anak2 di kelas gw trnyata jago2 bikin puisi..
heuheuheuheuhe..
(yah, bangga juga lah)
=P
Saturday, September 6, 2008
tugas setumpuk
ngm2, soal tugas, ad tugas buat bikin puisi..
kyk biasa, gw ngerjain lah.. plagiarisme itu ga bae, merusak hak cipta, berbohong, n ga kreatif.. tp, klo kepepet deadline tugas, bisa dimaklumi lah..
krn itu, gw ngebuat puisi, berhubung tugas inggris, gw buat dlm bhs inggris..
sblmnya, ad jga tugas bikin pantun bahasa Indonesia..
intinya, gw ngebuat pantun n puisi..
ngom2 soal buat pantun n puisi, n hal2 lainnya yang berhubungan sama itu, hampir semua hal yang gw buat itu suram..
seceria apapun gw mulai tuh puisi ato pantun ato cerita, slalu berujung ke sesuatu yang suram..
dipikir2 lagi, bukan maksudnya gw jadiin itu suram (ato mungkin sebenernya maksud gw itu ya?)..
knapa slalu suram y?
apa gw nya yg suram? (emang bener sih klo gw suram)..
ngm2 lagi soal tugas, tugas menumpuk..
klo gw punya meja kerja, mungkin udah setumpuk kertas numpuk disitu, berantakan, nyebelin, udah berdebu, bercecer kmana2,
klo gw punya kulkas pribadi, mungkin tuh kulkas udah gw tempelin post-it note banyak banget ampe2 ga muat lagi tuh pintu kulkas,
gw agak hyper sih, tp rasa2nya emang kyk gtu sih..
gara2 tugas2 itu, to-do-list di hape gw (berhubung gw ga punya meja kerja n kulkas pribadi) jadi terus menerus memanjang setiap hari yang gw lewati..
arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
berjuanglah!!!!!!!!!!!!!!!!
Tuesday, September 2, 2008
The End
Time feels to slow down
As if preparing itself to stop
Seems like this is the end
Light curtaining his glow
Start to shadow the glare
Left me with the winds
That blow hard
Ghostly but surely
Leaving a shiver
Make me search for warmth
Trying to reach you
But it's over me
I'm stand still
Aware to hold it
But I'm not ready
And won't be
Not in my life
Not in my existance
Not now
Not forever
Tears ran down
Tears dried up
Flooding all over
But still, the feel is there
--No, not feel,
Just nothing but empty
'cause, yeah, you're gone
Away with three fourth of mine
Leaving me learning to breathe once more
Inhale
For the air seems thinner
For me living half
Exhale
For every moment remembered
For you still inside
Time haven't tick
This is still an end
The moment haven't finished
Get to learn from first
All over from the start
Inhale, exhale, breathe.
[Shelyna Vialli]
[2 - 02/09/08]
[20.23]
(this poem was made for my English assignment on poetry writing / puisi ini dibuat untuk tugas Bahasa Inggris mengenai penulisan puisi)
Pantun
(dibuat pas pelajaran Bahasa Indonesia, disuru ngebuat pantun sebanyak2nya, kerja kelompok sih, tapi tiap orang di kelompok yah tetep aja ngebuat)
Bersiap menjalankan misi
Mulai dengan duduk di kursi
Sebisa mungkin memantapkan posisi
Karena otak siap diisi
Berpakaian olahraga terasa bebas
Menciptakan sebentuk rasa puas
Lapangannya terlalu luas
Mengolah raga mengundang malas
Langit terbentang memapar mimpi
Tanah terhampar saling silang
Orang berbicara tentang akhir bumi
Benarkah sebentar lagi akan hilang?
Bumi berputar layaknya ban
Seakan memapah manusia dengan tali
Kini tak lagi berharap akan keajaiban
Akankah sang ajaib itu muncul kembali?
Berjalan di api seakan itu mudah
Penonton menyaksikan dengan risau
Matanya memang melirik indah
Namun hatinya mengacungkan pisau
Di samping sungai penduduk melihat air naik
Bergotong royong agar hal itu dibuang
Diri ini memang bukan yang terbaik
Namun masih tetap berjuang
Hujan sedang merintik liar
Mata melirik ke luar
Perempuan suka berkoar
Bergosip menggetarkan pilar
Rumah besar majikan yang punya
Tamu datang pelayan membuka pintu
Demi tercinta berjanji melakukan segalanya
Benarkah cinta sehebat itu?
Ibu menatap anaknya haru
Melihat anaknya masuk tahanan
Langit bersinar biru
Berapa lama lagi hal itu bertahan?
Sungai memberi turun temurun
Ketika kering meninggalkan malang
Air mata hangat mengalir turun
Bertanya mengapa kematian harus datang
[5 - 25/07/08]
Sunday, August 31, 2008
Margaretha Emelia Paduli
(naskah warta kota bagian muda hari Minggu, 31 Agustus 2008 sebelum diedit)
Gadis kelahiran Surabaya ini memang masih berumur 17 tahun, namun bila dibandingkan dengan orang-orang yang seumurannya, dirinya dapat terbilang sangat berprestasi.
Merupakan anak bungsu dengan 2 kakak laki-laki dan 1 kakak perempuan, Margaretha Emelia Paduli sudah pernah pentas di GKJ dan Goethe Haus sekitar 5 kali bersama SOC (Susvara Opera Company, beranggotakan 30-40 orang yang rata-rata berumur 20 tahun keatas, memiliki tujuan memperkenalkan lagu klasik melalui opera di Indonesia yang masih kurang mengenalnya, managemennya oleh Catherine W. Leimena dkk.).
Kariernya dalam bidang tarik suara tersebut dimulainya sejak kelas 5 SD hingga saat ini. Dirinya memang sudah gemar menyanyi sejak masih balita dan didorong oleh dukungan orang tua maupun keluarganya, Margaretha pun berkembang dengan sangat baik.
Awalnya, dia hanya les vokal biasa di Yamaha Pendidikan Musik, ketika menunjukan perkembangan yang makin baik, bakatnya terlihat. Saat itu, gurunya merekomendasikan Margaretha ke suatu tempat rekaman di Jakarta. Namun, karena menurut sang ibu bahwa lebih baik bakat tersebut diarahkan ke lagu klasik dan bukannya pop ―yang cepat tenar namun cepat dilupakan―, anaknya pun disarankan untuk pergi ke tempat Salomontong.
“Pas itu belum terlalu bagus, tapi makin lama makin bagus. Yah, orang kan kalo belajar makin bagus,” ujar gadis yang memiliki moto ‘Music is My Life’ tersebut.
Siswi di SMA Tarakanita 2 Pluit tersebut mengawali kariernya dengan bergabung bersama Surabaya Symphony Orchestra (SSO) dengan arahan Salomontong. Dari sana, dirinya telah melakukan konser (opera) besar sekitar 3 kali dari kelas 5 SD akhir hingga kelas 1 SMP di Hotel JW Marriot Surabaya.
Melihat bahwa bila anaknya terus di Surabaya kurang memungkinkannya untuk dapat lebih berkembang karena peluangnya lebih sedikit, ibunya berusaha menghubungi Purwacaraka yang tidak ada di tempat yang kemudian diarahkan oleh Puji (bawahannya) untuk bertemu dengan Catherine W. Leimena di Jakarta.
Setelah melihat bakat dara yang lahir pada 8 November 1990 itu, C.W. Leimena pun menyarankannya untuk pindah ke Jakarta agar dapat dibimbing dengan lebih baik lagi. Dengan tekad bulat dan kesanggupan dari Margaretha untuk pindah ke Jakarta yang disertai dengan persetujuan orang tuanya, ia pun pindah ke Jakarta dan bersekolah di SMP Tarakanita Pluit mulai dari kelas 2 SMP.
Opera-opera yang sudah pernah dimainkannya, antara lain:
• Honk (2 SMP),
• Catch a Glimpse of Mozart (3 SMP, sebagai pemeran utama di act Don Giovani),
• Whisper of the Sea (1 SMA, merupakan opera yang dipersembahkan klub teater di sekolah, sebagai pemeran utama Ursula),
• Fidelio (2 SMA, mendapatkan peran sampingan karena sempat vacuum selama beberapa saat karena mengikuti klub teater di sekolah),
• La Bohem (2 SMA, sebagai pemeran pembantu dan understudy ―pengganti pemeran utama bila ia mengalami kendala―, penyelenggaraan latihannya dilakukan besar-besaran dan dilakukan bersama Twilite Youth Orchestra arahan Addie M.S.),
• Seven Last Words (2 SMA akhir, sebagai pemeran utama yaitu di bagian penutup menjadi penyanyi kata-kata terakhir).
Opera yang akan dimainkannya selanjutnya yaitu Lagio Conda yang akan diselenggarakan awal bulan Desember 2008 ini. Mengenai perannya, masih belum diketahui karena belum dilakukan audisi.
“Punya tanggung jawab sebagai pelajar, ga bisa lepas sekolah,” jawabnya ketika ditanya mengenai sekolah dan menyanyi. Mengenai pengaturan waktu yang dilakukannya antara sekolah, ekskul, dan latihan menyanyi (2 kali seminggu @ 3 jam atau 3 kali seminggu ketika sudah mendekati saat pementasan), siswi yang ‘sedikit-sedikit’ bisa memainkan gitar, piano, dan bass tersebut mengatakan, “Disiplin diri. Kalo ada waktu belajar. Repot kalo mo deket opera dan ada ulangan umum kayak pas 3 SMP, pas latihan kalo ada istirahat belajar, jadinya nilainya ga jelek. Kalo ada PR, sebisa mungkin nyicil.”
Mengenai keputusannya memilih menyanyi, gadis yang menjadi satu-satunya pemegang peran utama dengan usia termuda di kelompoknya itu mengatakan, “Emang udah talent dan udah mendarah daging. Tapi kadang sedih juga, suka diejek, kayak ‘Ih, kacanya udah mo pecah tuh’. Tapi, seneng juga karena orang-orang yang ngomong gitu ga punya mutu, lebih banyak orang yang tau dan bikin gw seneng.”
“Seneng. Bangga karena banyak banget pelajaran yang ga di dapet di sekolah, banyak yang dikorbanin, jalan-jalan bareng temen, tapi trus dapet lebih banyak lagi disono (pengalaman),” ujarnya ketika ditanya mengenai perasaannya ketika menyadari bahwa dia sudah mencapai sesuatu yang jarang dapat dicapai oleh orang seusianya. “Rasanya pengen puas tapi ga bisa puas karena banyak yang masih harus dipelajari.”
Fokusnya ke depan yaitu tetap bergelut di dalam dunia menyanyi dan akting serta merambah dunia opera yang lebih berat lagi (sekarang masih bergelut di light opera) dan menjadi penyanyi opera sejati hingga mampu membawa nama bangsa ―”Itu penting,” ujarnya mengenai bagian terakhir tersebut.
Thursday, August 28, 2008
naek Transjakarta (banjir di Transjakarta)
Hari ini, abis dr skolah, skitar jam 2an sore gtu, gw naek bus 02 ke stasiun kota trus naek Transjakarta.. mo ke Pulo Mas sono.. jdnya gw naek dr koridor Kota - Harmoni - (ambil arah ke Pulogadung) ASMI.
Pas pergi sih oke oke aja.. biasa aja.. pas lg banyak org agak empet2an dikit, pas lg pada turun ya lengang.. namanya juga naek bus..
Tapi, pas pulangnya, skitar jem 5an sore gtu, dari ASMI ke Harmoni, kan agak2 mendung tuh, trus akhirnya hujan.. masa bus yg gw tumpangin kemasukan air!!!(?) PAra banget kan? Bus gtu loh, kmasukan air kan ga masuk akal.. wajar lah kalo bus yang pintunya kebuka ato angkot ampe kmasukan air, tapi TRanjakarta masa kmasukan air?
Janggal deh..
Airnya bukan setitik dua titik doank, malahan ada yang ampe bilang 'banjir'..
Pas bus nya maju, airnya ngalir ke depen, pas bus nya nge rem, air nya ngalir balik ke belakang..
Jijik deh..
Tuesday, August 26, 2008
Pantun dkk.
Sekolah
Gerbangnya megah
Memancing sebuah 'wah'
Melaluinya serasa mewah
Senyaman di rumah
Lapangannya luas
Mengundang rasa puas
Hingga mulas
Karena berolahraga terasa malas
Kelasnya sederhana
Tergambar dari sana
bahwa sang makna
untuk berendah mengena
Bersiap menjalankan misi
Mulai dengan duduk di kursi
Memantapkan posisi
Otak siap diisi
[1 - 14/07/08]
kmaren itu dibuat berdasarkan 'suruhan' dari my auntie buat my sepupu yg lagi MOS ato gimana gtu.. trus draft nya blum dibuang2, trus pas dilihat lagi sayang buat dibuang, alhasil diketik aja d..
Sunday, August 24, 2008
Sibuk
Lg ngerjain pr sejarah.. stumpuk.. 3 indikator.. 20 soal plus 1 esai..
dikumpulinnya 2 hari lagi.. klo si esai, masih 3 mgg lagi sih..
akhir2 ini guru sejarah kta, Bu Rina, smangat banget ngajarnya.. buru2 bgt d.. tugas, ulangan, smuanya serba cepet..
trus yg laen2, masih ad powerpoint inggris yg bahkan blm mikirin soal topik ap yang bakal dijelasin, masih ad 2 mgg lagi sblm ngumpul..
sibuk d..
trus masih pengen baca Eclipse yg blm jg slese dibaca (Edwardddddddddddd!!!!!!!!!!!!!!!!!!)...
heuheuheuheuhe..
trus masih ada blabla tambahan yang mendadak dtg..
trus hr ini mo nonton penutupan olimpiade..
trus musti fotokopi data2 buat kuliah..
trus masih ad les inggris yg rasanya gitu2 aj.. makin lama makin bosen..
trus masih ad entah apa itu lagi..
anyway, keep fighting!! keep surviving!! keep trying!! keep spiritful!!
Thursday, August 21, 2008
Perjuangan
Akhir2 ini, berhubung olimpiade cuma berlangsung slama 4 taon skali (dan taon ini di Beijing, China jadinya disebut2 Beijing 2008), gw berusaha sebisa mungkin buat nonton (yah, berhubung 4 tahun skali tuh ga sering n remembering kalo gw bisa mati setiap saat n ga akan punya kesempatan buat ngeliat).
Gw ga nonton banyak sih, beberapa doank, berhubung musti pake antena buat nonton n kebetulan, antena nya tuh dipasang di kamar my Kong2, jadinya klo mo nonton musti ke kamar dy.
Gw sempet nonton beberapa cabang, bulu tangkis, triathlon, voli, voli pantai, renang, lari, lari gawang, sepeda track, taekwondo, gulat, basket, tenis, tenis meja, senam (kayaknya itu2 aja deh yg gw tonton).
Tenis, mungkin agak lama, tapi ga sampe 5 jem tiap pertandingan (tergantung pemain).
Bulu tangkis, ga sampe dua jem an tiap pertandingan.
Triathlon, agak lama an, skitar hampir dua jem an.
Taekwondo, ga lama, skitar 6 menit, kecuali ditambah waktunya gara2 skor sama.
Voli, voli pantai, tenis meja, sepeda track, gulat, senam, ga lama2 amat (tergantung divisi nya juga sih, tapi, overall, ga lama2 amat lah, ga ampe tiga jem an).
Lari, lari gawang, renang, cepet banget, ga sampe dua menit, ga sampe satu menit malah (tergantung divisinya juga sih, berapa meter dll., tp, overall, ga lama2 banget lah).
Rata2, tiap pertandingan di cabang2 yang ada cuma menghabiskan waktu skitar kurang dari satu jam. Tapi dilihat2 lagi, cabang2 di olimpiade itu digunain atlet2 dari seluruh penjuru dunia buat dapetin emas, harumin nama negara, memperkenalkan diri kepada dunia (ini loh gw!!), membuktikan diri sendiri.
Semua jerih payah yang dilakuin dari kecil (kalo si atlet berlatih dari umur balita ampe gede) ampe ke waktu penyelenggaraan olimpiade itu sendiri. Yah, hitunglah kalo si atlet berlatihnya tuh 4 tahun sebelum olimpiade baru dimulai, itu aja udah berarti kalo si atlet nghabisin waktunya buat berlatih (biasanya 6 hari seminggu), nyiapin diri (mental n fisik) selama 4 tahun.
Hitunglah kalo minimal 4 tahun mereka berlatih. Dan dalam waktu yang super singkat (kurang dari satu jam), mereka mempertaruhkan hasil jerih payah mereka ke dalam beberapa waktu singkat itu.
Perjuangan mereka bener2 gede. Bayangin aja lah, dalam empat tahun, seorang manusia udah bisa ngelahirin paling engga 2 anak (kalo ga kembar), anak SMP udah jadi anak SMA (kalo naek kelas terus), inflasi di dunia ini udah naek entah berapa persen (di Zimbabwe, naeknya ampe gila2an, hitungannya tuh udah jutaan persen), dll.
Semua waktu yang ada selama 4 tahun itu mereka gunain buat latihan, buat ngolah diri, jiwa n raga, nyiapin segala2nya, dan mungkin buat mempertahankan yang udah dia dapet (kalo umpamanya dy udah sempet ambil medali di olimpiade sblumnya).
Kalo seumpamanya yang terjadi (n pastilah banyak kasus kayak gini, berhubung yang ikut dalam suatu cabang tuh banyak banget atlet nya) adalah ini:
(min) 4 tahun latihan -> waktu singkat -> gagal
dan bukannya ini:
(min) 4 tahun latihan -> waktu singkat -> medali (emas/perak/perunggu).
Kalo itu yang terjadi, bukannya miris banget?
Yah, mo gimana lagi, namanya juga perjuangan.
Kalo dibandingin, anak2 sekolah (termasuk gw) suka mikir kalo apa yang kita lakuin ga setimpal sama apa yang didapet:
Belajar selama 6 tahun di SD, kalo ga lulus SD gara2 ujian nasional (apalagi kalo gara2 ujian sekolah) merupakan hal yang mengerikan.
Belajar selama 3 tahun di SMP, kalo ga lulus SMP gara2 ujian nasional (apalagi kalo gara2 ujian sekolah) merupakan hal yang mengerikan.
Belajar selama 3 tahun di SMA, kalo ga lulus SMA gara2 ujian nasional (apalagi kalo gara2 ujian sekolah) merupakan hal yang mengerikan.
Anak sekolah sering mikirin itu. Belajar selama itu (bertahun2, apalagi kalo ditambah sama tahun2 ketidak naikan kelas) cuma disetarain sama soal yang dikerjain selama beberapa jem doank (ga sampe sehari, ga sampe dua jem buat tiap mata pelajaran).
Dilihat2, perjuangan kita sama atlet2 itu, lebih berat perjuangan atlet2 itu.
Bayangin aja lah, ada yang latihan intensif lebih dari 4 tahun (bahkan mungkin latihan hampir seumur hidup nya) n cuma dipertaruhin dalam ga sampe 10 detik. Yang miris, kadang2 cuma beda 0,0... detik. Apa ga sakit ati tuh?
Kalo anak2 skolah, skolah kadang2 ngebolos, males2an (kayak skolah tuh ga pake bayar aja), maen2, ga serius, n masih bisa diperjuangin selama beberapa jam. Yah, kadang miris juga sih kalo beda nilai yang didapet sama yang diharuskan tuh cuma 0,....
(yah, dalam hal ini, bisa ditangkep kalo 0,... tuh bukan cuma 'cuma' tapi super efek nya karena bisa ngebuat hidup kita seakan jungkir balik)
Overall, perjuangan itu emang perlu dilakuin.
Ga perlu ngeluh lah (yah, wajar lah kalo manusia ngeluh, tapi yang sewajarnya aja lah, jangan hyper, mendingan mikir gimana cara berjuang yang lebih baik n ngelakuinnya daripada ngeluh).
Jangan suka mengasihani diri sendiri n jangan ngangep diri sendiri yang paling hebat berhubung diluar sana (entah dimana itu), ada seseorang yang mungkin lebih oke, hebat, jago, tahan banting daripada diri kita sendiri.
Inget kalo apa yang kita usahakan, bakal berbuah sesuatu. Kalo yang kita usahakan sedikit, hasilnya bakal sedikit. Kalo yang diusahain banyak, hasilnya bakal banyak. Paling ngga, kita harus usaha.
Meskipun setelah berusaha sebisa mungkin tapi tetep ga mendapatkan hasil yang paling baik, jangan curang (banyak atlet yang doping n malah musti dikeluarin dari pertandingan, bahkan ga diakui lagi; ada anak sekolah yang nyontek n langsung dikeluarin sekolah). Inget, ketika kita udah usaha yang bener2 maksimal, paling ngga, hasil yang kita dapet yaitu berada di dalem top list. Inget kalo ga semua orang mampu ada di dalem top list. Jadi, daripada curang n ga bisa masuk top list gara2 itu, mendingan main bersih, bertahan di top list, n berjuang berada di tempat teratas di top list.
Anyway, perjuangan itu penting. Proses itu penting. Tapi inget, sepenting2nya proses itu, hasil lebih penting, berhubung tanpa hasil, proses ga bakal dilihat (sapa coba yang mo ngebahas perjuangan orang yang gagal? biasanya, yang dibahas sama orang2 kan perjuangan orang2 sukses mencapai sukses nya, ya kan?).
Jadi, berjuanglah sebisa mungkin, sehebat mungkin, semaksimal mungkin n dapatkanlah hasil yang super, semaksimal, setinggi, sehebat mungkin.
bittersweet is just perfect.. coz sweet is just too sweet.. ini smua ttg PERJUANGAN!!!
Monday, August 18, 2008
HUT Indonesia ke-63
MET ULTAH INDONESIA!!!
Minggu, 17 Agustus 2008
HUT ke-63
Ga terasa, Indonesia udah ulang tahun lagi. Ga terasa, gw udah upacara 17an lagi di sekolah (n yg paling ga terasa tuh, itu bakal jadi upacara 17an terakhir gw di sekolah).
Dipikir2 lagi, gw baru umur 15. Di umur gw yg segini, gw belom jadi apa2. Belom jadi 'orang'. Sekarang, gw cuma cewek biasa, siswi SMA, berprestasi biasa aja. Gw belom jadi apa2, belom jadi 'orang', dan itu nyebabin gw belum bisa 'sombong'.
Kalo gw udah 60an, dalam pikiran gw, gw ngebayangin kalo gw udah paling ngga jadi 'orang' yang tinggal nikmatin hasil kerja keras gw selama gw hidup. Paling ngga, selama gw hidup, gw sempet ngukir nama gw di lembar2 sejarah yang nantinya bakal diinget terus, ga bakal hilang, bahkan ketika gw mati nanti. Gw pengen, hidup gw ninggalin sesuatu. Hidup gw berarti. Hidup gw meskipun ga 'wah' tapi dikenang.
Di HUT Indonesia yang ke-63, Indonesia itu apa?
Merdeka?
Ga juga, banyak masalah. Indonesia masih belum merdeka. Masih terbelit sama kemiskinan, kasus korupsi, masalah2 sosial/ekonomi/politik/budaya lainnya.
Semoga aja, di tahun2 mendatang, ketika Indonesia makin tua, Indonesia jadi negara yang makin besar, makin merdeka, makin 'jadi', bukannya makin menurun statusnya seperti yang terjadi saat ini.
Thursday, August 14, 2008
obrolan klas XII --> uni mana? --> mayoritas ras yang ada + urusan mahalnya pergaulan
Akhirnya Eclipse gw nyampe juga (stlah mlewati beragam dilema antara bli n ga). n sampe saat ini, gw baru baca 1 bab. oke lah, masi bisa ngerti...
td, di skola ad lomba buat nyambut 17an. kayak taon2 kmaren, gw ikut kalo dipanggil doank (alias kurang orang). taon ini, blm kena panggilan, heuheuhe, jdnya blm maen, lagian yg butuh banyak orang blm dijalanin (tarik tambang, yel2).
mskipun ga blajar, hr ini rasanya capek, bawaannya pengen di ruma aja, brhubung tngorokan lg sakit n rasanya pengen tidur mulu..
td, pas yg laen2 lagi lomba, kta2 duduk di pinggir lapangan, geje gtu.. ngobrol2.. duduk2.. maen hape.. blablabla..
obrolan hari ini balik lagi ke soal uni mana yang mo dipilih abis slsein SMA. lagi2 itu n kyknya tuh topik ga bakal basi ampe kita lulus n bener2 udah masuk n ngejalanin uni deh.
topik uni hari ini menjurus ke urusan pergaulan di uni. berputar antara mayoritas ras yang ada dan urusan mahalnya pergaulan, urusan yang laen2 (kayak biaya, jauh ga jauh, bagus ga bagus, dikesampingkan dulu).
buat gw, beda ras oke2 aja. gw ga ganggu, dy ga ganggu. pikiran negatif mendingan di minimalisir meskipun banyak fakta yang diungkapkan media massa maupun orang2 di sekitar kalo ras ini begini lah, begitu lah. buat gw, yg sharusnya lebih dipikirin tuh sisi positifnya, seburuk apapun yang terlihat, ga semuanya kayak gitu, bahkan yg terlihat jelek tuh palingan cuma minoritas yang memang kurang berpendidikan.
masa sih, pas lu masuk suatu uni yang oke, apalagi yg mahalan punya, seburuk2nya ras itu dipandangan masyarakat, mereka bakal ampe sebegitu buruknya? apa lu ndiri ga mampu masuk ke uni yang oke ampe bisa2nya masuk ke uni yang penuh sama orang2 barbar gitu?
itu menurut gw. menurut temen gw, sebisa mungkin jangan deket2 sama bahaya. yah, sekalipun bahaya itu belum brasal dari pengetahuan sendiri dan datangnya tuh dari media massa ato pengalaman sodara.
bahkan, pas dy blabla gtu tadi n gw bilang blabla gw, dy bilang, lu mau ampe diperkosa dulu?
yah, menurut gw sih, emang ga menutup kemungkinan kalo bakal terjadi entah apa itu yang buruk banget kalo kita keluar dari lingkup mayoritas ras kita ke lingkup dimana ras kita itu cuma segelintir (minoritas doank). tapi, apakah sebagai manusia berpendidikan, pikiran kita harus sesempit itu mengenai ras lain, skalipun memang pada dasarnya, kedua ras tsb memang saling meremehkan satu sama lain?
yah, oke lah, pikiran gw juga suka sempit ttg hal2 tertentu. kalo pikiran kita memang sudah sesempit itu, tapi apa ga bisa kalau pikiran tersebut hanya sempit di bidang2 tertentu saja, sesuai dengan porsinya?
buat gw, seburuk2nya seseorang, pasti ada baeknya juga, tergantung gimana caranya lu mau ngeliat.
---
dari urusan mayoritas ras, pindah ke urusan mahalnya pergaulan. hal itu bisa kejadian kalo kita2 yang biasa2 aja gaya hidupnya (pergaulannya) masuk ke uni yang mahal yang diisi oleh orang2 tajir (mungkin ada yang ga) yang pergaulannya tuh kelas atas (dandan, blanja, ngeluarin duit deh pokoknya).
yah, meskipun gitu, fasilitas yang ada di uni itu emang bagus, sebanding sama mahalnya biaya yang dikeluarkan, tapi, masalahnya, apa lu bisa nyeimbangin gaya hidup high class nya orang2 sono ato lu mau jadi si terasing.
buat gw, karena fokus gw masuk ke uni lebih mengarah ke blajar n dapet pengetahuan plus dapet sertifikat yang baru bisa didapet stlah ngabisin hampir skitar 18 taon buat blajar di tempet pendidikan formal (mungkin lebih, apalagi kalo ga lulus2), gw mikir kalo sebisa mungkin, gw masuk ke uni bagus yang bisa gw seimbangin sama diri gw sendiri, dapet fasilitas super, dapet sesuatu yang lebih dari apa yang bakal gw dapet di tempet laennya, bahkan bisa ngasih gw kesempatan buat berkembang ke luar negeri (berhubung uni yang kita omongin ini punya banyak koneksi ke luar negeri).
itu semua jadi tujuan gw, tujuan akhir gw yang pengen gw dapet ketika gw lulus nanti. yah, sekalipun pergaulan, temen, social life juga ga kalah penting. meskipun gitu, tiap manusia, entah kapan itu, pasti suatu saat harus nentuin prioritas ketika mereka ga bisa ngedapetin semuanya.
jadi, ketika prioritas itu udah fix, apalagi keadaan mendukung (ketidak mampuan mengikuti pengeluaran duit yang super boros itu plus embel2nya), knapa ga berusaha mencapai tujuan sebaik2nya? lagian, emangnya di seluruh penjuru uni itu, ga ad seorang pun dengan misi yang sama kayak lu? ato paling engga, ga se'wah' itu?
buat temen2 gw, mereka ga yakin (ato mungkin, meyakini diri mereka kalo mreka ga bisa) kalo mreka bisa hidup di uni slama itu dengan menjadi seorang yang terasing.
yah, pergaulan penting. penting banget malah. tapi, ketika lu tau lu ga cocok, apa diri lu sebegitu desperate nya ampe musti mencocok2an diri padahal ga ad keharusan (meskipun mungkin bakal terasa 'harus')?
kata mereka, karena itu, mendingan ga usa masuk skalian.
---
kesimpulannya, buat mereka, mendingan cari aman aja, bareng2 orang yang emang udah satu kelompok, bareng2 orang yang emang sejenis, bareng2 sama orang yang cocok. buat gw, knapa ga keluar dari tempet yang biasa kalo kita udah tau keadaan yang biasa, pengalamannya kan lebih terasa ketika kita ga di tempet yang biasanya.
anyway, bittersweet is just perfect.. coz sweet is just too sweet.. ini semua ttg PERJUANGAN!!!
Monday, August 11, 2008
ke edu fair + ikut presentasi uni luar = liat cowo bule keren n oke
Ada edu fair di Jakarta, tepatnya di JCC hari Sabtu n Minggu tgl 2 n 3 Agustus 2008. Menurut iklan di Kompas, disono bakal ada representasi dari berbagai uni yang tersebar luar negeri, mulai dari yang deket kayak Singapura n Malaysia sampe yang jauh kayak di Amerika, yang ga jauh ga deket juga ada kayak Australia.
Berhubung gw sama temen gw tertarik n ga ada acara apapun (ato bisa dibilang, meluangkan waktu buat dateng kesono), pas tanggal 2, kita berdua pun pegi kesono dengan penuh perjuangan pake naek bus Transjakarta (tadinya mo naek taksi, cumannya dipikir2 lagi bakal mahal banget).
Skitar jam 12an gitu, kita berdua sampe disono. Pertama-tama, tentu aja, nikmatin air-con di JCC setelah merasakan pengap Transjakarta plus hari yang super duper terik di siang hari. Dah gitu, dimulailah pencarian kita berdua, nyari negara yang kita mau, uni yang menarik hati, jurusan yang mungkin ada di uni nya.
Liat punya liat, ada lumayan banyak bule disono. Gw liat bule, pertama kali pas masuk WC, bule cewe, modis gitu baju nya. Trus selanjutnya, liat pas selese dari WC, berhubung muter2, jadinya ngeliat lumayan banyak, ada yang lagi duduk, berdiri, ada yang muter2 juga.
Ada satu bule cowo yang menarik hati, tapi berhubung kita berdua ga tralu merhatiin berhubung masih nanya2 n muter2, jadinya ga diliat lebih jelas lagi. Pas udah agak santai, udah muter2, udah nanya2 lumayan banyak, kita merhatiin bule cowo yang ada di deretan Australia.
Berhubung tertarik sama James Cook University yang ada di deretan yang sama, kita berdua nemplok kesono, tentu aja sambil merhatiin si bule (dy lagi ada di stand sebrang, Pivot apa gitu, belajar hair designer ato apa gitu). Ga selang lama, si bule sama temen2nya nyamperin JCU, ngobrol bentar bareng wakilnya JCU (ga ganteng, udah tua, bukan bule).
Ga lama, mreka pergi lagi. Trus entah gimana, dia dateng lagi, sontak, gw nunduk mulu, malu gitu loh. Trus, ga tau gimana, dy say hello (suaranya mantep oiiii!!! bikin lumer) -- menurut keterangan temen gw, dy say hello gara2 tadi dy sempet dongkak dikit trus ngeliat tuh bule, trus langsung nunduk lagi tanpa bales hello nya dia.
Sedangkan gw, pas dy say hello, gw deg2an gitu (ga hyper kok), trus liat dia sekilas, trus langsung nunduk lagi, grogi abis euyyyy!! Rasanya tuh kayak bener2 lumer (as if di komik) n dy took my breath away!!
Bener2 tuh, pas liat dy sekilas (seinget gw, dy sempet senyum dikit gitu), trus rasanya tuh langsung kayak gabungan antara lumer+melayang+seneng+malu+grogi+pengenliatlagi.
Rasanya super deh. Anyway, dy emang keren banget sih. Badannya tinggi, ga tralu kurus tapi ga tralu gendut juga, pas deh pokoknya. Senyumnya cemerlang, ga manis tapi macho. Bajunya juga keren, pake jas tapi dalemnya bukan kemeja, semacem kaos gitu kalo ga salah, warnanya gelap. Rambutnya agak2 abu gitu (kalo ga salah liat). Hidungnya mancung. Tampangnya tuh bule tapi ada tambahan latinnya sedikit, mungkin gara2 itu, dy kliatan makin oke aja.
Udah gitu, kita berdua muterin tuh tempet entah berapa kali. Bahkan, abis makan, bela2in masuk lagi ke dalem buat ngeliat dia for the last time (bahkan yang trakhir kali pun muter2nya lumayan lama, kayaknya satu deret itu udah pada tau semua kalo kita berdua ngeliatin tuh bule).
Yang disayangin, hello nya dy ga kita berdua bales n kita jadi ga dapet kesempatan buat ngomong sama dy. Hiks hiks...
---
Pas di skolah, hari Senin, 11 Ags 2008 (which is hari ini), kita2 seangkatan kelas XII disuruh dengerin n liat presentasi uni dari Korea, Solbridge. Skitar jam 1 siang, kita semua disuruh ngumpul di aula buat liat presentasinya.
Gw merupakan salah satu manusia yang masuk ke aula n belum masuk lebih dari seperlima aula, gw udah berhenti, narik napas dalem2, gara2 ngeliat si bule yang ada di ujung aula. Tinggi, badannya oke, dari jauh mukanya sih oke. Keren abis bo...
Trus, pas udah duduk, bisa ngeliat si doi lebih jelas lagi. Diliat2, oke banget deh, masih muda, badannya oke (meskipun kurang berisi), pake kacamata. Tentu aja, (hampir) semua cewe yang ada langsung bisik2, ngomongin tuh cowo bule yang imut2, keren, oke punya deh pokoknya.
Ngomong punya ngomong, ternyata gw pernah liat tuh cowo di edu fair juga, cumannya, dy lebih keren pas di sekolah, jadinya lebih intens gw ngeliatnya.. heuheuheue... Lagian, (hampir) semua cewe yang di aula ngeliatin dy gitu, ampe dy nya sendiri keliatan malu n kerjaannya mondar mandir, duduk duduk, geje gitu deh.., pas partner nya lagi ngomong.
Pas dy ngomong, suaranya ga gitu keren, trus gayanya malu2 gitu, n kayaknya, grogi banget buat liat ke arah yang mayoritas nya cewe (kbanyakan cowo duduk di sblah kiri, yang cewe di kanan). Trus, lebih grogi lagi pas ad yang nanya how old are you. heuheuheuhe... ampe merah tuh muka...
---
Overall, gw lebih suka bule yang di edu fair berhubung lebih macho, lebih seksi, lebih keren, lebih oke, lebih charming... heuheuheuhe...
novel, pengemar novel, toko-toko buku (online), kesan membaca novel
(merupakan naskah Warkot bagian Tamu yang masih belum diedit hari Senin, 10 Ags 2008)
Buku merupakan salah satu sumber pengetahuan, mulai dari buku-buku teks pelajaran di sekolah, buku-buku panduan entah-apa-itu yang banyak dijual, bahkan buku-buku cerita seperti komik, cerita bergambar, kumpulan cerpen. Dalam hal ini, novel merupakan salah satu buku cerita yang paling digemari.
Cindy dari Penabur 6 mengakui bahwa dirinya menyukai novel tentang persahabatan remaja yang belum pernah ada, sedangkan Silvia dari Permai Pluit menyukai novel percintaan remaja.
Yang mengherankan, dari sekian banyak buku teenlit buatan anak negeri yang diterbitkan dan beredar, ternyata buku-buku teenlit terjemahan-lah yang paling digemari remaja. Saat ini, buku yang sedang populer yaitu novel seri berjudul Twilight dan New Moon karangan Stephenie Meyer dari Amerika Serikat.
Namun, masih ada yang mau membaca novel teenlit tersebut dalam bahasa aslinya. Salah satu siswi XII IPS di Tarakanita 2 berkata, “Habisnya nunggu yang edisi Indo-nya lama, udah ga sabar baca lagi,” merujuk pada novel Twilight dan New Moon yang buku selanjutnya belum diterbitkan di Indonesia.
“Ngapain sih lu orang beli lagi padahal udah pernah baca?” tanya Santy, siswi Tarakanita 2 sinis kepada teman-temananya yang membeli beberapa buku padahal sudah pernah membacanya. Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk membaca buku tanpa menghabiskan banyak uang untuk membeli serta menyita ruang di rumah untuk menyimpannya adalah menyewa buku. Hal tersebut tergolong efisien bagi pembaca yang menyukai membaca namun merasa tidak perlu memilikinya berhubung mereka hanya akan menghabiskan uang untuk membaca buku tersebut dan kemudian mengembalikannya.
Inibuku.com, BukaBuku.com, dan BukuBagus.com hanyalah segelintir dari toko-toko buku online yang ada di Indonesia saat ini. Selain pada umumnya mendapat diskon yang tidak didapat di toko-toko buku biasa, bila membeli dari toko-toko buku online pun, buku yang dipesan diantar ke rumah dan bebas ongkos kirim sesuai batas jumlah pembelian tertentu. Lebih dari itu, mereka pun menjual buku-buku impor yang hanya dijual di toko-toko buku tertentu yang umumnya terletak di tempat yang cukup jauh dari lingkungan tempat tinggal sekitar.
Untuk menambah semangat membaca dan membagi pengalaman membaca pun, banyak terdapat komunitas-komunitas pembaca buku yang umumnya dapat ditemukan di internet sehingga kita dapat membagi pikiran kita dan mengetahui pendapat yang lain mengenai suatu buku atau semacamnya.
“Kalo baca buku, rasanya bisa keluar dari kehidupan sehari-hari dan bisa masuk ke tempat yang ga kita punya disini, ngebuat kita ‘bermimpi’, ngebuat kita masuk ke ‘dunia lain’,” ucap salah satu siswi XII IPS di Tarakanita 2 mengenai mengapa dia suka membaca novel. “Lagian, sesedikit apapun, pasti ada sesuatu yang didapet dari baca buku.”
Wednesday, August 6, 2008
Ketabrak Motor (2)
Sebenernya, kalo dipikir2 lagi, gw dah ketabrak motor dua kali. Tapi, seinget gw, pas yang pertama kali, itu tuh ga sampe separah ini, yang pertama kali itu, cuma kena dikit n orang yang naek motor juga ga sampe jatoh. Kalo yang kali ini, sampe satu tiga2nya.
Kalo dipikir2 lagi juga, kejadian tragis yang bisa gw sebut tragis n memalukan n bikin gw agak terguncang biasanya terjadi di pagi hari gw. Kayak ketabrak motor itu, harus manjat pagar rumah supaya bisa keluar dari rumah, bangun kesiangan yang ngebuat gw harus buru2 banget ke sekolah... (stlah dipikir2 lagi, ga juga sih =P).
Kalo dipikir2, dari ketabrak motor dikit, gw dapet lumayan banyak (selaen biru lebam di bahu n lecet dikit di betis plus sakit kepala disana-sini plus trauma nyebrang jalan). Sejak saat itu, gw berpikir dari dua sisi.
Pertama, mungkin aja itu karma gara2 gw tralu sering berbuat hal2 negatif kayak ngomongin orang, mikir yang ngga2 tentang seseorang, nyumpah2, ngebohong, ga suka sama orang, dll. Dari situ, gw blajar buat sebisa mungkin ga ngelakuin hal2 yang kayak gitu lagi n jadi lebih inget sama Tuhan yang slalu stia menemani kmanapun kapanpun bagaimanapun.
Kedua, mungkin aja itu karna gw ga hati2. Yah, meskipun gw udah nyebrang jalan entah-berapa-banyak kali, tetep aja gw harus inget kalo jalanan tuh bahaya, banyak mobil n motor n kndaraan lain2nya yang bisa nyenggol gw n ngebawa gw ke dalem kegelapan (ato terang ya?) selama2nya. Dari situ, gw harus lebih hati2, nengok ke kanan n kiri lebih intens n fokus, hati2 melangkah, n sambil minta bimbingan Tuhan (gw serius, ga becanda). Anyway, gw kan ga mau mati muda sblom berbuat apa2 di hidup gw yg ini...
Tuesday, August 5, 2008
Ketabrak Motor
Hari ini, tepatnya tadi pagi, sekitar jam stengah 7 pagi (sebelum jam masuk sekolah), di sekitar depan sekolah, gw ketabrak motor.
Pagi itu, gw bangun lebih lama dikit daripada yang akhir-akhir ini gw lakuin (akhir2 ini skitar jem 5an, hari ini skitar jem 6an), soalnya malem seblomnya tidur lebih malem gara-gara nonton plus blajar buat ulangan dobel hari ini. Abis bangun, gw mandi n slese mandi gw liat hape gw n ada missed call dari temen gw, tapi gw cuekin aja, soalnya masih pagi sih, lagian, aneh aja pagi gitu nelpon2 sgala, ga tau ada angin apa. Trus kayak biasa, gw turun ke bawah, minum susu, pake kaos kaki, ambil sepatu. Pas mo pake sepatu, gw ambil sepatu ko2 gw soalnya sol spatu gw copot seperempat (jadinya kalo jalan suaranya ceplak ceplok memalukan) gara2 diinjek sama temen gw padahal baru gw lem brapa hari yang lalu.
Abis pake spatu yang super gede itu (yah, meskipun kaki gw sendiri uda gede, kaki ko2 gw lebih panjang lagi n bedanya skitar 5cm an), gw jalan kluar rumah kayak biasanya (tentu aja, dengan sedikit lebih berat dikit berhubung spatunya kegedean).
Jalan punya jalan, gw akhirnya sampe di pintu gerbang dengan pintu kecil di sisi kirinya (kalo dilihat dari tempat parkiran) di MM yang menghubungkan ke jalan raya yang kemudian nuju ke sekolah tercinta (udah lebih dari 13 tahun gitu loh!!).
Pas gw ngelaluin tuh pintu kecil, berniat nyebrang, tentu aja gw nengok kanan kiri, liat2 kalo2 ada mobil ato motor ato entah apa itu yang mungkin ngenain gw pas gw nyebrang. Stlah dilihat punya lihat, ternyata ga ada yang bakal mungkin nyengol gw, gw nyebrang, tiba-tiba..
Seblom sempet jalan lebih dari dua meter, ada motor tiba2 muncul entah dari mana (gw cukup yakin kalo tuh motor kaga ada pas gw clingak clinguk kiri kanan). Liat motor tiba2 muncul kayak gitu, refleks aja, gw langsung liatin si motor mo kasi gw jalan ato si dia nya yang mau lewat duluan donk (jadinya, antara gw maju n mundur sedangkan si motor antara kiri dikit ato kanan dikit).
Sialnya, si motor bingung mau milih antara kanan dikit ato kiri dikit. Jadinya, kliatannya tuh motornya ke kanan engga ke kiri juga engga, stengah2, ga pasti, ngebingungin. Dan tentu aja, gw nya juga jadi bingung mo maju ato mundur, kalo maju bisa kena mundur juga bisa.
Alhasil dari sgala kebingungan, tuh motor tetep melaju dengan keolengannya dan gw tetep berdiri disono ngeliatin tuh motor maju terus aja. Dan tentu aja, berakhir dengan sebuah senggolan di badan gw (gw jatuh terduduk) n si motor dengan dua orang penumpang oleng ke kanan dan jatoh.
Shock (banget) berhubung kesenggol n agak2 ngeri juga, gw keduduk n langsung secepetnya bangun, ambil tas gw (stlah dipikir2, salah satu alasan kenapa lecet gw dikit banget mungkin karena tas gw yang lumayan berat n berisi yang gw taroh di sebelah kiri badan gw), n nyamperin dua orang itu.
Jantung gw berdebar, napas gw cepet, gw liatin tuh dua orang, yang satu bisa bangun dengan lecet2 dikit di tangan n yang satu lagi sampe kayak ga bisa bangun gitu. Trus gw juga liat ada darah, ga tau punyanya sapa, tapi kayaknya brasal dari luka yang ga berat.
Trus gw liatin tanpa bisa bantu apa2, berhubung gw ga tau mo ngomong apa n gw sndiri ngeri, orang2 pada dateng (untung ga banyak2 banget). Trus ada satpam skolah juga dateng n gw yang berdiri bego doank disono disuru ke sekolah aja (mungkin dy ga tau kalo gw juga plaku skaligus korban kali ye) n gw jalan ke sekolah (hampir kesenggol ma angkot).
Monday, July 28, 2008
New Moon -- Stephenie Meyer
Ga lama setelah baca Twilight (dan tentu aja udah fall in love berat sama Edward), gw langsung baca New Moon berhubung ga rela ngelepas cerita itu gitu aja dan berhubung udah beli juga (belinya barengan sama Twilight).Pas baca resensi New Moon di belakang bukunya, Jacob Black disebut-sebut dan Edward ga disebut sama sekali (gw ngeri banget kalo Edward hilang gitu aja). Saat itu juga, gw yang baru aja selesein Twilight langsung berusaha inget-inget lagi tentang akhir dari cerita di buku itu. Pas diinget-inget, kayaknya mereka oke-oke aja tuh, ga ada gangguan segala macem, bahkan akhir ceritanya so sweet banget (gw suka banget sama kata-kata Edward yang di halaman terakhir, "... cukup untuk selamanya." kalo ga salah sih gitu).
Sontak, berhubung gw penasaran sama kelanjutan hubungan si Edward sama Bella ditambah penasaran sama apa yang dimaksud resensi di belakang tuh buku, gw langsung baca dan sama pas kayak baca buku pertama, langsung tertarik mulai dari segala macem embel-embel (kata pengantar yang lebih panjang, blabla, daftar isi yang mulai ngebuat gw ngebayangin apa yang mungkin terjadi) yang ada sebelum baca isinya.
Pas baca New Moon (agak geli sendiri sih sama artian Indo nya--Dua Cinta-- kalo diinget-inget), gw bener-bener ga nyangka si Edward bakal ngelakuin hal itu (nyangka sih, tapi ga kepikiran kalo dia bakal setega itu) sama Bella. Rasanya bener-bener sedih, down, kehilangan, sebel, ga nyangka, ... (apalagi pas Bella mau meluk dan cium tapi si Edward cuma kecup sedikit terus pergi gitu aja).
Meskipun masih tetep romantis kayak di Twilight, di New Moon lebih pekat rasa sedihnya (ngebuat gw hampir nangis setiap saat, sial banget pas baca ada yang ngeganggu). Sedihnya tragis banget sampe ngebuat kita ngerasa ikutan tragis.
Di bagian awal sampe ke pertengahan (malahan mendekati akhir kalo ga salah), Edward ga ada tapi ada (bingung kan? heuheuhe.. baca d.. gw ga pengen jadi spoiler). Walaupun dia ga ada, dia seakan-akan tetep ada disana, rasa romantisnya dia masih kerasa banget, rasa perhatiannya dia, sensasinya dia masih terus ada. Yang paling ngena tuh pas berkali-kali si Bella berusaha buat mempertahankan Edward yang ga ada.
Si penulis ngajak kita masuk ke dunia suram yang super suram, ngebuat kita ngerasain gimana rasanya kehilangan seseorang yang sangat dicintai dan berusaha mempertahankan orang tersebut sebisa mungkin dan berharap andai aja kita ga kehilangan dan berusaha sebisa mungkin mempertahankan gambaran orang tersebut.
Ngebuat kita ngerasain betapa susahnya bangun dari ketragisan itu meskipun kita udah berusaha sekuat tenaga, ngebuat kita tahu bahwa cinta emang sehebat itu. Sampe ngebuat kita sadar kalo sekuat apapun ngelawan suatu rasa (apalagi rasa cinta) yang emang udah ada adalah hal yang hampir mustahil sebab rasa emang ga bisa boong.
Sama kayak di Twilight, cerita cintanya dibumbui dengan segala macem kejadian menegangkan yang bikin deg-degan. Ngebuat kita pengen nyelesaiin secepetnya dan nyesel karena selesai kecepetan.
Sama efeknya kayak Twilight (agak lebih gede sih impact nya), gw mimpiin Edward mulu dan sampe sekarang masih 'meleleh' kalo inget segala sesuatu tentang Edward (entah dengan disebut namanya, tiba-tiba lewat di otak gw, blabla).
Dan sekarang, gw lagi dilema soal beli Eclipse n Breaking Dawn edisi Inggris ato nunggu Eclipse yang baru bakal keluar di Indo Oktober nanti. Rasanya ga sabar buat 'ngeliat' Edward lagi dan ga sabar buat nonton filmnya yang bakal keluar Desember nanti (moga-moga aja kluar di Indo n ga mengecewakan).
Twilight -- Stephenie Meyer
Buku ini dibeli berdasarkan rekomendasi dari temen. Dan untung banget karena langsung beli dua-duanya (Twilight n New Moon) setelah rekomendasi itu. Tadinya, pas beli, ikutin hasrat membeli doank, pas tuh buku sampe di rumah (belinya online), dan ngeliat kalo tuh buku ternyata tebel banget, jadi bingung sendiri berhubung pas itu lagi hari-hari menuju masuk sekolah lagi dan ga yakin kalo bisa nyelesaiin secepat itu.Pas sampe di rumah, baca resensi di belakang buku, makin lama makin tertarik aja (meskipun sebelumnya udah sempet baca juga), apalagi ditambahin dengan adanya kata vampir yang bikin makin misterius.
Berniat secepatnya selesaiin tuh buku yang super tebel, langsung aja tuh buku dibuka bungkusnya dan dibaca. Dari segala macem embel-embel (jenis kertas yang oke, kata pengantar, blabla, apalagi daftar isinya--menarik banget), gw mulai semangat banget buat baca, super semangat malah, apalagi kalo inget tentang vampir-vampir segala macem.
Sekitar awal-awal buku, terasa agak-agak bosen berhubung cuma cerita tentang Bella yang mau dan baru pindah ke Forks. Ketertarikan dia sama Edward (untungnya, ga lama kemudian, gw tau banget kenapa dia bisa sebegitunya sama Edward.. heuheue.. soalnya gw juga ngerasain hal yang sama). Tanpa sadar, seiring berbaliknya halaman buku, bosen itu hilang dan digantiin sama antusiasme buat baca lebih cepet dan lebih cepet lagi.
Antusiasme itu tentu aja berkat Edward (Edwardddddddddddddddddddddd!!!!!!) yang super duper misterius dan keren dan perfectly perfect (without concerning that he's a vampire) and so much more and ... (ga ada kata yang cukup bagus buat ngungkapin betapa oke nya, betapa wah nya, betapa romantis nya, betapa perhatian nya, betapa dambaan-setiap-cewek nya Edward). Intinya, buat tau seberapa ... Edward, musti baca sendiri supaya kerasa betapa ... nya Edward (dari mulai baca tuh buku sampe sekarang pas ngetik ini, setiap ada kata Edward, rasanya gw pengen nyeruin nama itu supaya as if Edward bener-bener ada, dia bakal denger suara gw.. heuheuheue.. dia seakan-akan ngebuat gw meleleh..).
Meskipun Edward ga muncul di setiap halaman, keberadaannya tuh ga menghilang, entah gimana, si penulis ngebuat Edward eksis sampe seeksis-eksisnya (yah, berhubung dia pemeran utama juga).
Cerita cintanya meskipun biasa (manusia cinta sama vampir, impossible love lah, blabla), diceritain super menarik dan dengan super luar biasa sampe kita (pembaca) seakan-akan bisa ngerasain perasaan mereka berdua (seharusnya ga boleh tapi tetep saling cinta, berbahaya tapi ga bisa lepas dari satu sama lain, blabla).
Yang bikin lebih unik lagi, cerita ini ga sekedar cerita cinta doank tapi juga diisi dengan cerita yang ngebuat deg-degan (kejar-kejaran--berhubung dalam setiap cerita biasanya ada si jahat dan si baik, si korban dan si penyelamat).
Sayangnya, gw lumayan nyesel berhubung nyelesain nih buku cepet banget (berhubung gw ngeri banget kalo musti kehilangan gambaran Edward di dalem kepala gw).
Setelah baca buku ini, kita bakal ngedapetin sesuatu yang paling engga ngebuat kita percaya sama kekuatan cinta (yah, kalo ditulis emang agak-agak jijik gitu sih rasanya, tapi, paling engga, deep down, gw tau kalo hal kayak kekuatan cinta itu masih ada, masih layak dipercaya, dan sama sekali ga muluk karena emang bener adanya).
Cerita ini ngebuat gw mimpiin tentang Edward (serius loh, ga boong, gw bener-bener ngimpiin dia, hampir tiap hari sejak baca tuh buku), mimpiin tentang hal-hal mitos yang mungkin aja masih ada di zaman semodern ini, mimpiin tentang hal-hal yang muluk tapi mungkin kecapai.
Penulis bener-bener bisa ngebuat kita ngerasain apa yang dirasain si tokoh, apa yang dipikirin si tokoh, apa yang dialamin sama si tokoh. Ngebuat kita masuk ke dalam dunia mereka dan berharap kalo kita bisa masuk ke dunia yang kayak gitu juga (bahaya tapi menarik banget, apalagi kalo inget si Edward ada disana.. heuheuheue..).
Sunday, July 27, 2008
'rasa ga bisa boong'
Pas perasaan lu bilang kalo ini ga bakal jadi lebih baik, itu emang bakal berjalan gitu2 aj sekeras apapun berusaha, meskipun dalam bayangan lu ga sampe sejauh itu. Somehow, kita bisa tau kalo sesuatu bakal terjadi meskipun ga mikirin ttg hal itu.
Hari ini gw naek bus, dari kota ke arah pluit. Ngeliat lagi pengamen anak2 yg sblm hari ini pernah gw liat (di dalem bus juga, ngamen juga, meskipun dgn lagu yg beda tp dgn gaya yang sama banget).
Pas gw liat pengamen itu sblm ini, perasaan gw miris bgt ngeliat anak kecil di jalanan kayak gtu, rasanya ga adil, blabla.
Hari ini, pas gw ngeliat lagi, gw ngerasain hal yang ga jauh beda. Rasanya janggal. Entah gimana, gw langsung inget lagi pas pertama kali gw ngeliat dia n sadar kalo rasa pas pertama kali gw ngeliat dia itu berujung sama gw ngeliat dy hari ini.
N kali ini, gw bener2 sadar (meskipun sblmnya dah sadar n tau, kali ini bener2 'sadar') kalo rasa emang ga bisa boong. Entah gimana, gw ngerasa kalo gw sama tuh pengamen (entah bisa disebut nasib ato takdir ato entah apapun itu) punya something (entah kita bakal ktemu lagi ato apapun itu), entah gimana, gw ngerasa kalo dua pertemuan itu ga bakal brakhir gtu aj, entah berapa lama (entah sebulan, setaon, sedekade, ...).
----------------------------------------------------------------
Sblm ini, kita2 pada ngomongin rasa ga bisa boong sejak pertama kali masuk ke kelas XII. Awalnya, pas gw ngeliat daftar nama temen2 sklas, gw masih biasa aja n pas gw masuk ke kelasnya, gw baru ngerasain rasa yang menjurus ke minus. Beda sama gw, temen gw langsung ngerasa hal yang menjurus ke minus pas ngeliat daftar itu.
Finally, dari rasa yang ga bisa boong itu, otomatis (meskipun gw udah brusaha buat ngerasa lebih baik) gw jadi emang lebih fokus ke pelajaran berhubung hubungan antar temen scra lebi dket lagi rasanya ga memungkinkan. Alhasil, gw sama temen gw mutusin buat fokus ke pelajaran tahun pelajaran ini n meskipun sebenernya ga pengen sefokus itu, entah gimana, gw langsung terfokus gitu aja pas masuk ke kelas, rasa emang ga bisa boong.
------------------------------------------------------
N kalo dipikir2 lagi, sgala sesuatu yang kita mulai, entah apapun itu, pasti diawali sama sebuah rasa. Yah, meskipun kita ga bakal tau apa yang terjadi, kita seblumnya pasti udah punya clue awal tentang apa yang bakal terjadi.
Friday, July 25, 2008
lewat 2 minggu
Minggu lalu, pas plajaran olahraga, kaga ngapa2in berhubung si guru lagi ga enak badan n lagian, itu minggu pertama, jdnya kta2 pada santai2 aja (mksdnya cuma cewe, yg cowo kbnykan pada maen bola), ngobrol2 ga jelas n pulang.
Ga disangka2, hari ini diadain pembakaran lemak. Udah denger dari klas sebelah sih, tapi ga nyangka bakal seekstrem itu. Lagian, slama di SMA ini, ga pernah tuh olahraga yang ribet2 gitu.
Tadi, kita disuruh lari jogging, lari nyamping kanan n kiri, lari sambil lompat2, lari sprint, berkali2.. slama kurang lebih 40 menit.. bener2 pembakaran lemak d pokokny.. dah lama ga kringetan sbnyak itu...
Trus, minggu ini mulai les di slasa ma jumat, alhasil, hari dari hari senin sampe jumat kecuali hari rabu, hari2 dipenuhi sama pulang malem.. untungnya, skrg pulang skolahny lebih pagi, skitar jem 1.45 gtu..
Untungnya, gw masih bisa nyelesaiin New Moon stlah sblmnya baca Twilight di minggu pertama yang udah agak bikin krasa bener2 ke skolah lagi. Sayangnya, gw blm smpet2 juga nonton Grey's yg udah semingguan di taro gitu aja (padahal rencananya mau gw tonton mlm ini).
N gw lg mikir2, brhubung lanjutan New Moon masih ad dua n blm diterbitin di Indo (rencananya sih Eclipse mo diterbitin Okt ini), gw lg mikir2 buat beli edisi inggris nya tp ga yakin klo bakal sanggup bacanya di hari2 yg kayaknya makin lama makin penuh aj..
Anyway, meskipun tiap hari kerasa penuh, tetep aja, (meskipun kadang rasanya mo break down) udah kebiasa n makin lama udah enjoy aj.. n td bis pulang skolah (plg lebih cepet), sempet nonton Batman -- Dark Knight (kecewa gw, expect nya tralu tinggi, kirain bagus, trnyata yg oke cuma si Joker, dpt 3 bintang dari gw brkat si Joker nya doank).. n bsk, bkal pegi brg tmn2..
Monday, July 21, 2008
mulai skolah lagi
Stlah skolah seminggu an ini, rasanya back to school bgt.. bangun pagi, skolah, bawa banyak buku, tugas2, dengerin plajaran, nyatet plajaran, ngerjain peer, pulang siang, capek, dll.
Yang paling parah dari smua itu, gw sempet kena panic attack pas lagi mikir2 ttg skolah.. ampe smpet shock bntar gtu deh.. heuheuheue.. mikirin kalo skrg dah klas 3 n bntar lg ujian nasional n bahannya banyak n kayaknya ga bakal banyak waktu buat gw luangin buat blajar n rasanya ga bakal sempet blajar n ga ad waktu buat seneng2 bareng lagi..
Sama kayak gw, temen2 gw juga pada mikirin soal ngejalanin setaon (ga sampe setaon sih) penuh perjuangan ini.. anyway, ini taon terakhir kta2 di SMA.. n smua yg dijlanin slama ini (2 taon di TK, 6 taon di SD, 3 taon di SMP, 3 taon di SMA) bakal dipertaruhin di ujian akhir..
N stlah berpikir2, apalagi dg kelas yg sama skali tidak memungkinkan ikatan pertemanan yg oke (temen2 gw n gw smuanya kesebar di kelas2 yg beda2), kta2 bakal fokus ke pelajaran.. yah, tp tetep aja, jalan2 tetep jalan, nonton tetep jalan, bareng2 tetep jalan..
N hal laen slaen masa trakhir di SMA ini yaitu kuliah.. bingung.. ntah mo ambil jurusan apa n dimana n apakah sanggup ato ga..
---
bittersweet is just perfect.. coz sweet is just too sweet.. ini smua ttg PERJUANGAN!!!
Friday, June 27, 2008
live in (5 ampe 10 Juni)
Sebelum liburan (liburan skolah mulai dari 16 Juni n bakal brakhir tgl 14 Juli), gw bareng yg laen2 (yang pengen ikut) pegi live in.
Live in dalam hal ini tuh kita2 pegi ke kampung, yang beda abis ama kehidupan disini, ngelakuin sosialisasi, ngelihat hidup disana, nyoba hidup disana, dll.
Kalo skolah gw peginya tuh ke Yogya, tepatnya tuh di daerah Boro. Yang ikut tuh 37 orang plus 4 guru yang ngejagain kita2. Mnurut kata2nya, tahun dpn, live in bakal dibuat wajib bagi anak kelas satu.
Kita2 disono cuman bntar. Dari tgl 5 ampe 10 Juni. Cepet deh. Kabarnya sih, skolah laen yang barengan ma kita disono ampe skitar seminggu.
Tgl 5, kita2 brangkat dari skolah jem 4an sore naek bus. Di bus, pantat gw rasanya mo ilang, sakit abis bo.. duduknya lama banget. menderita abis deh. bayangin aja lah, duduk disono skitar lebih dari 12 jam...
Tgl 6, kita2 sampe di desanya tuh skitar jem 5an pagi. Masih gelap bo. Turun dari bus, jalan2 pagi bentar sambil pada ngantre WC, rengangin badan, liat2 keadaan skitar. Trus nunggu dijemput ke desa masing2 (dibagi jd 4 desa), naek mobil ke dket desa, ngelewatin jalan berbatu ke rumah masing2 (bagian rumah gw, jlnnya agak curam, agak2 licin, ngeri juga). Hari itu, abis mandi, gw ma Snty (satu rumah 2 orang) bo2 siang 3 jem. Lama banget d.. padahal tdnya bilang kaga mo bo2 ke org rumah. Skitar jem 6 sore, alhasil kaga ngapa2in sjak dateng, kta ikut nganterin pesenan geblek (makanan yg dibuat dr singkong) ke rumah yg ada di bawah. Ngeri juga loh, jalanannya lebih berbatu n lebih curam lagi (mnurut si mbok yg punya rumah, pas musim hujan, licin banget, untung abis deh gw kaga kesono pas ad hujan, klo ga, gw bisa kepleset masuk jurang).
Tgl 7, ga jelas ngapain. bngong2 di rumah. santai2 ga jelas. Sorenya ke Gereja, pake bahasa Jawa bo.. ngga ngerti sama skali slaen kata 'Gusti'.
Tgl 8, siangnya ada bazar yang diadain skolah (sragam OR skolah gw dijual cuma rp1000 disana, bener2 amal deh). sorenya jalan ke Sendangsono, ziarah Bunda Maria. disana kita2 sharing, ngeliat2, bo2 di pendopo.
Tgl 9, balik lagi ke rumah di desa masing2. Siangnya kumpul buat balik ke Jakarta. Sblm kluar dr rumah, si mbok meluk plus nyium kita be2, plus nangis (padahal kta cuma bntar disono, tp kyknya sayang bgt ma kta yg kyknya malah nyusahin). Sorenya ke Malioboro n on the way ke Jakarta.
Tgl 10, siang udah nyampe di Jakarta. Turun dr bus langsung ke mal bareng ade n tmen ade gw n nonton film, ngerasain lagi kehidupan di kota. heuheuheuhe...
Monday, May 19, 2008
pergi ke Warta Kota, pulang lihat bule di depen Pasar Glodok, nonton final Thomas
Kayak minggu seblomnya, gw pegi kesono naek bus 02. Ngom2 soal naek bus, akhir2 ini, gw punya kebiasaan buat duduk di deret kedua setelah kursi supir. Abis naek bus, gw berhenti di depen tempet ketemuan... nunggu punya nunggu, ternyata si temen blom nyampe2 juga.. tadi pagi sih dia bilang emang agak telat. Dah agak lama, gw ngeri juga, soalnya banyak angkot di depen n ada pangkalan ojek gitu deh, agak rame2 gitu.. untungnya, lama kelamaan, tuh tempet jadinya ga serame itu.
Keringet mulai ngalir deres di badan gw, punggung gw kayaknya super basah deh, muka gw juga udah keringetan smuanya, leher gw juga. Pokoknya hari itu terik banget lah.
Nunggu punya nunggu, agak risih juga nunggu disitu klamaan, diliatin orang yang mo masuk trowongan lah, diliatin tukang ojek lah, diliatin orang yang keluar dari trowongan lah, diliatin orang yang lewat lah.. pokoknya risih lah.
Akhirnya, dengan segenap keberanian (agak hyper sih.. tapi kan emang tempetnya agak rawan copet), gw sms dy, nanyain lg dimana. Balesannya, dy nyuruh gw jalan duluan ke WarKot, tapi gw nya ga mau (ngapain coba ndirian disono?)..
Abis itu, risih punya risih, n ga nonggol2 juga tuh orang, gw telpon si dy.. pertama ditelpon, dy ga angkat. Gw agak shock jadinya, berhubung, ngeri juga kalo dy ga dateng. Trus gw telpon skali lagi, dy angkat n bilang kalo bntar lagi dy jalan.
Ga lama kmudian, dia keluar dari terowongan n rasanya lega banget abis dy nyampe..
Trus kita bedua nyebrang sedikit n naek mikrolet 08 yang kearah Senen (lewat WarKot). Si supir mikrolet agak nyebelin, kan yang naek cuma bedua, dy jadinya nunggu lama dulu buat dapetin penumpang laennya. Akhirnya, stlah ada 6 orang (termasuk gw ma temen gw), dy baru jalan lagi.
Ga lama, nyampe di WarKot n masuk ke tempet pelatihannya n ketemu lagi ma Pak Lasdi (yang ngelatih kita2). Kalo ga salah, skitar jem stengah 11 an pas itu. Pas masuk, dy bilang kalo bakal ada satu orang lagi mo dateng.
Trus, kita agak ragu juga sih, soalnya minggu seblomnya, dy juga pernah bilang kalo ada beberapa orang laen, tapi orangnya ga ada.
Tapi, ternyata kali ini, si orang dateng. Basa-basi punya basa-basi, temen latihan baru tuh namanya Riris, anak UI jurusan antropologi, semester 2 (kerenan punya y..).
Untungnya, latihan kali ini ga se-monoton minggu sblomnya, kali ini, ada latihan di lapangan (skitar jem 11.30 mulai). Jadi, kita bertiga ke jalan sbrang n wawancarain penjual kembang tahu di depen ruko (untungnya tempetnya teduh, kalo ga, panas banget deh).
Ga lama, kita2 balik lagi (skitar stengah jem doank) n bahas tentang hal itu.
Abis itu, kita2 dikasih makan lagi (paket CFC isi ayam ma nasi). Yang gw binggung, kita ikut pelatihan kaga bayar, tapi dikasih makan, kok rasanya ga enak banget y.., janggal gitu deh n si bapak kok baek hati banget y..
Ga terasa, stlah ngebahas teori2, artikel yang sblomnya udah gw ma Shieren buat, coba ngebuat lead / paragraf pertama suatu brita (susah juga loh, masih keselip2 ma opini), n laen2, kita2 diizinin pulang skitar jem 4 kurang.
Akhirnya, Riris pegi bareng bokapnya (ke UI, mo latihan koor buat konser di Senayan, yang ditayangin di TransTV --ato Trans7 ya?-- jem 20.00, 21/05/08, dalem rangka 100 tahun Kebangkitan Nasional), gw ma Shieren naek mikrolet (balik lagi ke skitar Stasiun Kota trus baru pisah).
---
Dalem perjalanan naek mikrolet, kita2 lewatin Pasar Glodok. Kebetulan, di daerah situ, si sopir pelanin si mikrolet, skalian berhenti buat nunggu orang yang sapa tau mo naek mikrolet.
Yang mencerahkan hari yang super melelahkan (berhubung udah pelatihan slama hampir 6 jam), gw ma Shieren ngelihat 4 orang bule. Ga gitu tua, kayaknya masih muda gitu deh, skitar 20an.
Liat punya liat (ngeliat dari dalem mikrolet yang lagi brhenti), ganteng juga sih, intinya ga jelek lah.. n yang lucu, mreka disamperin 2 orang pengemis anak2 n kalo ga salah, mereka dimintain duit gitu, trus jadinya, si bule ma pengemis ngobrol geje gitu..
Mungkin, si pengemis minta duit. Trus si bule ga ngerti mreka ngomong apa. Trus mungkin si pengemis ngejelasin kalo mreka pengen minta duit. Tapi kayaknya, si bule bilang kalo mreka ga punya duit ato gmana deh, soalnya ga lama kmudian, mreka pegi ke tempet laen.
---
Jem 6 sore, final Thomas mulai. China lawan Korea Selatan. Seru deh (yah, meskipun ga bener2 nonton keseluruhan di awal). Gw ngedukung China, berhubung emang orangnya jago2 n lebih demen ma yang China daripada Korea Selatan (apalagi, anggota tim Thomas China tuh ganteng2 euy).
Korea jago n maennya ga emosi an. Kalo si China, kesannya agak2 sombong gitu deh (kesel juga liatnya).
Gw paling demen ma cowok Korea yang ganda yang rambutnya dicat biru tua gitu (ga tau namanya sapa, ga perhatiin namanya), keren deh. Kalo China, gw demen ma yang ganda kedua, yang tinggi (ga tau juga namanya sapa), body nya oke euy.
Yang ngebanggain, si Korea tuh kalahnya membanggakan banget deh, pertama kali masuk final n maennya bagus deh, smangat juangnya tinggi (ga kayak pas semifinal Indonesia, kayaknya udah lesu2 gitu pas menuju akhir).
Selese dengan 3-1 buat China, gw puas banget deh nontonnya.
Friday, May 16, 2008
anjing di selokan
Pas hari Kamis, masuk lagi. Ada pesta perpisahan (kerenannya: Farewell Party) buat anak kelas XII yang (kalo lulus,) dah mo cabut dari sekolah.
Pagi2, kayak biasanya, gw jalan kaki santai ke sekolah. Pas sebelum trotoar di sebrang sekolah, gw denger suara anjing kaing2 gitu deh. Dalem otak gw, gw langsung mikir kalo tuh anjing pasti punyanya orang yang pada lari pagi. Parahnya, gw ngerasa tuh kalo si anjing deket banget ma gw n kayak ngejer gw gitu deh. *Sial banget sih pake deket2 sgala!!* Ngerasa kayak gitu, gw langsung deketin k2 gw buat nyari perlindungan. Pokoknya, gw takut banget kalo ada anjing yang deket2 ma gw, apalagi kalo seumpamanya tuh anjing nemplok ke kaki gw.
Janggal punya janggal, gw binggung ndiri, *kok tuh anjing ga lewat2 y? lama banget?!!* Dan yang ngeyakinin gw kalo si anjing masih di deket gw, suara si anjing tuh masih nyaring banget n kedengeran deket banget...
Lama punya lama, gw baru sadar kalo ternyata tuh ga ada anjing di deket gw. Tragisnya, ternyata si anjing ada di selokan. Di selokan!!
Terlihat jelas di mata gw, pas hari itu, si anjing (kecil n warnanya coklat) ada di selokan yang lumayan dalem, beberapa senti doank sebelum kena air, entah gimana dia bisa sampe keperosok disono, lagi ngais2 tanah yang agak miring buat naik lagi ke atas. Yang paling parah, mata si anjing ngelihat ke atas n suaranya kaing2 minta bantuan sama orang2 yang lewat.
Dan yang lebih parah!! Gw, (meskipun udah kasian2 sama tuh anjing) dengan teganya, lewat gitu aja dari sono, tanpa ngebantu sama sekali.
Tragis n malang melintang banget tuh anjing.
Semoga aja kmaren itu dia ditolongin ma entah sapa itu n yang nolongin dapet pahala yang gede karna udah nyelamatin anjing yang sama sekali ga dipedulin ma puluhan orang yang lewat disono pagi itu.
Sunday, May 11, 2008
pelatihan jurnalistik, pengamen anak-anak, nonton Thomas Uber
Dari awal rencana, perginya naek bus kesono trus baru lanjut lagi naek Transjakarta. Yang ikut, dua orang (termasuk gw), gara2 rumah satu sama laen ga deket, jadilah kita be2 ketemuannya tuh di halte Transjakarta.
Awalnya, niatnya pegi ndiri naek bus ampe ke Stasiun Kota, tapi berhubung nyokap mo ikut nganter n skalian jalan2 di sekitar, jadilah be2 bareng nyokap naek bus ampe ke Stasiun Kota. Trus ampe disono, nyari tempet nyebrang bawah tanah (tau dari temen, kalo mo nyebrang ke halte Transjakarta, musti masuk ke bawah tanah dulu), dicari2 ga ada (ga kliatan), akhirnya, nyebrang ke sebrang n ditunjukin sama petugas Transjakarta tempet nyebrangnya, pas selese nyebrang, pas banget, ketemu sama si temen yang baru turun dari bajaj...
Naek dari halte Stasiun Kota n turun di halte Olimo, Warta Kota ada pas di sebrang halte Olimo, jadilah kita ber3 menyebrang bareng2 melalui jembatan penyebrangan ke sebrang. Sampe depen gerbang Warta Kota n masuk ke dalem sedikit n nyampe di depen bangunan kecil, nyokap pegi entah-kemana-itu (berhubung dulu dia skolah di deket2 sono n tau jalan sono n berhubung temennya ada yang tinggal disono) n kita be2 masuk ke dalem.
Di dalem ketemu sama seorang bapak (yang kemudian diketahui sebagai ketua diklat ato semacamnya), basa basi sebentar n akhirnya masuk ke ruangan kecil yang ada meja, kursi, papan tulis, mesin ketik, rak buku, komputer.
Pertama-tama, agak bingung gitu deh (berhubung dah dikasi tau kalo mungkin bakal agak rame tapi ternyata sama sekali ngga karena cuma ada kita be2 doank);
kedua, agak2 grogi gitu deh (berhubung cuma be2 n blom kenal sama si bapak n ga jelas musti ngapain disono);
ketiga, agak2 janggal gitu deh (berhubung basa basi nya lumayan panjang juga);
keempat, agak2 bosen gitu deh (berhubung ngomongin teori jurnalistik dll n cara ngomong si bapak yang agak2 monoton, pas ada satu temen --yang tahun lalu dah ikut-- dateng, lumayan ada pencerahan lah); ...;
terakhir, lega, akhirnya selese juga hari itu, ditutup pake makan n dikasi peer...
---
Pas pulang, naek mikrolet ampe ke sebrangnya Stasiun Kota, berpisah ma si temen yang pulang ke tempetnya naek bajaj lagi, n kita be2 naek bus lagi ampe ke gang depen rumah.
Di dalem bus, pas dah duduk (di deret ketiga di belakang kursi si supir), gw ngeliat n ngedenger anak kecil yang lagi nyanyi di depen pintu bus bagian depen, penampilannya lusuh (ga pake alas kaki, pakaiannya kotor) khas anak-anak jalanan. Sambil nepuk2 tangannya sambil nyanyi. Arah pandang matanya kayak lagi menerawang. Suaranya serak2. Kalo ga salah, dia nyanyi lagunya Raja (ato Radja sih nulisnya?), judulnya ga tau apa (berhubung bukan pendengar setia lagu2 INA).
Pas gw ngelihat n ngedenger dia, rasanya tuh super banget deh. Miris. Sedih. Kecewa. Rasanya air mata udah ada di pelupuk mata, siap buat ngeluncur bebas di pipi (untungnya engga, berhubung gw ga rela kalo musti nangis depen orang banyak di dalem bus).
Saat itu, gw langsung mikir gini:
kasian banget tuh anak kecil palingan seumur sepupu gw yang masih kelas 2 SD;
suaranya lumayan juga;
dulu pas gw umur segitu, gw lg ngapain ya?;
kalo gw yang kayak gitu gimana ya?;
kenapa anak sekecil itu musti ngamen sih? (yah, meskipun gw tau kalo banyak anak2 kayak dia)...
Yang lebih parah dari pengen nangis (berhubung gw sama sekali bukan orang sentimentil), gw ngerasa kayaknya tuh gw pengen meluk tuh anak (parah banget kan?!!).
Yah, bukannya gw ga pernah ngelihat pengamen ato apa, tapi entah kenapa, saat itu, gw ngerasa kayak gitu...
---
Pulang ke rumah, dengan perasaan super sesak, gw berharap bakal nonton Thomas Uber (gw udah nanti2in ini sejak kemaren). Ternyata, tv rumah gw ga bisa nonton berhubung masih disambungin sama kabel tv dari tv kabel langganan. Alhasil, butuh antena.
Dan om gw lah yang jadi teknisi antena. Pas masang antena di bawah, ga bisa. Udah dicoba lumayan lama (ampe2 gw mikir kalo mungkin pertandingannya dah selese baru bisa nonton kali). Akhirnya, pindah ke atas, dicoba punya dicoba, untungnya bisa meskipun masih burem2 ga jelas n suaranya parah banget.
Parahnya, gw malah ga nonton.
Saturday, May 10, 2008
Dari Pagi Sampai Malam
Kayak biasa, janji ketemuannya tuh berkisar dari jam 10 ampe jem 11. Pagi2, salah satu nelpon n bilang kalo dy sama satu org lg mau ketemuan di rumah gw aja, berhubung si PJ deket ma rumah n tinggal jalan kaki juga nyampe.. Nelponnya skitar jem 10 kalo ga salah.
Ditunggu n ditunggu, lamaaaaaaaaaaa banget, ga nyampe2 juga.. makan pagi udah, boker udah, baca koran udah, ngomelin sepupu kecil yang ga mo mandi2 udah, bolak balik kamar mandi buat kencing juga udah, nonton brita kriminal ga jelas juga udah.. parah banget deh, lama banget..
Lama punya lama, ditunggu punya ditunggu, mereka be2 baru nyampe skitar jem 12an.. yang bisa dibilang, mereka tuh klamaan skitar satu stengah jem an dari jam ktemuan biasanya. N kayak biasa, lelet gara2 cewek lelet yang punya moto lelet yang bodo amat kalo orang laen nungguin dy yang lelet..
Sbelum nyampe, mreka nelpon kalo dah mo nyampe depen rumah.. tp, gara2 cape nunggu kelamaan, akhirnya gw pegi kencing dulu bentar baru jalan bareng mereka ke PJ..
Sampe di PJ, langsung ke XXI nya buat beli tiket. Ngomong punya ngomong, kita2 yang hari itu GPB (ga penting banget) punya beberapa masalah intern (yang tralu panjang buat diketik) n stlah ngomong panjang lebar n GBP, baru beli tiket n pegi makan..
Alhasil, berhasillah kita ber4 selese makan n stlah muter2 ga jelas, balik lagi ke XXI.. tentu aja, sampe disono, kita2 cari tempet duduk dan nemuin daerah strategis buat duduk, tepatnya tuh di koridor sepi (kbetulan cuma kita ber4 yang duduk disono n kadang2 doank ada yang lewat) yang ada tempet duduknya..
Duduk punya duduk, sambil cerita2, (kira2 kjadiannya gini) tiba2 gw nyeletuk, 'disini kayak tempet maen film hantu ya.' .. trus dibales, 'iya juga yah', trus gw ngomong lagi, 'coba akting film hantu donk..'.
Akhirnya, kami pun bermaen2 film hantu, jadi si hantu ato korban si hantu.. seru bgt deh, lucu n agak2 ngagetin juga.. oke banget deh, ampe triak2, ampe ktawa2 kenceng, ampe satpam XXI celinguk ke dalem koridor..
Abis nonton (nonton Speed Racer -- filmnya super parah deh, bikin mata sakit, konyol banget, n kayak film boong2an), kita pegi ke WC (bukan WC di XXI tapi diluar, berhubung rame banget WC nya)..
Akhirnya, kita2 malah maen petak umpet (tepatnya sih ga kayak gitu), sama kayak pas ke WC abis makan, tapi yang satu ini lebih seru.. agak malu2in juga sih, n abis2in pulsa buat yang nyari2 orang.. hueheuheuheuhe..
capek gara2 PJ blum buka seutuhnya n ada yang mo beli jamur di supermarket, akhirnya kita ber4 jalan-jalan sore di tepi jalan raya yang berdebu n berasap.. seru juga loh, apalagi ad orang2 yang GBP n nyiarin ODJ (obrolan di jalan).. konyol d..
akhirnya, stlah beli jamur shitake (yang super banget bau nya), ke toko hape (gara2 hape yang dah mo ultah ke2 malah rusak), ke disc tarra (ngelihat2 ga jlas kayak biasanya), ke gramed (ngeliat2 buku n skaligus nghina cover buku yang mo dibeli), n pegi nge-browse DVD film korea yang ga jelas, gw akhirnya jalan pulang (dengan was2, soalnya takut kalo pas lewat lapangan tuh bakal ada anjing -- yang emang biasanya ada disono, tapi tumben banget pas hari ini ga ada)..
Thursday, May 8, 2008
Akhir-Akhir Ini...
Akhir2 ini, banyak banget yang dilakuin...
- nonton Gossip Girl
keren deh filmnya.. pinjem dari temen sih, tp kyknya mo beli juga deh, berhubung keren gitu deh.. apalagi, cowoknya keren2 (CHUCK!!!!!!!!!!!!!!!!!!).. hueheuheuhue...
- daftar n bayar Live In
- pengen ikut pelatihan Warta Kota
- makan buffet terus2an
- baca buku, ngerjain tugas sejarah
- bentar lagi selese kelas XI